Ngut's Inside

Connected Your Mind and Heart

Sehat dengan Meditasi


http://meditation-online.net/wp-content/uploads/2011/01/Wellness-Meditation.jpgBeberapa waktu lalu saya menderita demam tinggi, berhubung sedang berpuasa maka saya ragu untuk meminum obat. Beruntunglah, salah seorang kawan menyarankan saya untuk melakukan meditasi, tanpa ragu-ragu saya langsung mencobanya. Saya masuk kamar, duduk bersila dan mulai relaksasi. Sekitar 30 manit kemudian saya menemukan perkembangan yang lebih baik bagi tubuh saya. Akhirnya saya mencoba bermeditasi berulang kali, belum genap sehari demam saya sembuh. Awalnya saya tidak percaya dengan meditasi sebagai metode pengobatan namun setelah mencobanya, ternyata manfaat meditasi sungguh mengagumkan.

Istilah meditasi sudah tak asing lagi di telinga kita, banyak orang melakukan meditasi untuk berbagai keperluan. Konsep meditasi, dengan berbagai pengertian serta bentuknya, telah dikenal luas dalam tradisi agama-agama Timur (Hindhu, Budha, Zen, Tao dan Islam). Awalnya meditasi dikembangkan oleh para pemuka agama kuno untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Mereka dapat menemukan Tuhan melalui ketenangan batin dalam meditasi. Namun akhir-akhir ini meditasi telah digunakan untuk mengobati suatu penyakit hingga upaya menjaga kesehatan. Pada kenyataanya masyarakat Jawa telah mengenalkan sejak lama istilah prihatin, rialat, tirakat dan tapabrata, yang merupakan bentuk-bentuk lain dalam meditasi, masing-masing memiliki penekanan berbeda. Dalam dunia Kebatinan (mistik Jawa), meditasi digunakan sebagai metode untuk mengasah roso (kepekaan batin).

Ternyata meditasi bukan sekedar ritual keagamaan yang memiliki aspek ilahiah, melainkan juga dimaknai sebagai bagian dari cara hidup sehat. Tak ada hal yang rumit dalam meditasi sebab tidak membutuhkan teori yangnjlimet alias bertele-tele. Dalam tradisi Islam, meditasi dilakukan dengan berdzikir, melafadzkan asma Allah baik dengan sirr (suara pelan) maupunjahr (suara keras). Sementara dalam tradisi Budha Zen, meditasi dilakukan dengan berdiam diri sambil duduk bersila.

Meditasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, tapi secara umum meditasi dilakukan dengan duduk bersila atau carilah posisi senyaman mungkin. Mulailah dengan menenangkan diri. Lupakanlah segala isi kepala, kosongkan pikiran. Kemudian tariklah nafas dengan pelan dan tenang. Tahan beberapa saat dan keluarkanlah dengan pelan dan tenang. Sekali lagi, tenangkanlah diri Anda lalu hayatilah suara atau getaran terdekat yang mungkin Anda dengar, seperti merasakan deru nafas, denyut jantung serta nadi, merasakan aliran darah di seluruh tubuh Anda. Tenangkanlah diri Anda sekali lagi, lalu dengarkanlah suara terjauh yang dapat didengar. Supaya tidak memikirkan hal-hal lain, fokuskan pandangan ke pucuk hidung, dengarkan baik-baik suara nafas. Dan cobalah berkonsentrasi dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Lakukan hal tersebut dengan santai untuk 10, 15 atau 30 menit dengan rutin. Kerjakanlah setingkat demi setingkat dan jangan pernah memaksakan diri. Lakukanlah hal tersebut secara rutin untuk menjaga kesehatan Anda.

Hubungan Meditasi dan Kesehatan

Mens Sana in Corpore Sano (Tubuh yang sehat terdapat pikiran yang sehat), demikianlah bunyi pepatah kuno yang masih banyak dikutip. Menurut teori kedokteran Timur bahwa sehat dan sakitnya seseorang, semua bersumber dari pikiran. Pikiran stress akan mengganggu aliran darah dalam tubuh, menyebabkan penyumbatan dan akhirnya menkan suatu penyakit. Dan sebaliknya, pikiran yang sehat akan memengaruhi kesehatan tubuh kita. Dengan demikian bila tubuh kita terserang penyakit maka segarkanlah kembali pikiran kita. Ibarat komputer berarti harus di restart untuk menyegarkan kembali setelah bekerja keras, demikian pula dengan pikiran manusia. Pikiran yang terlalu jenuh dan menemui penyegaran akan memudahkan terjadinya stress dan munculnya berbagai penyakit. Bukankah analisis tersebut tidak jauh berbeda dengan penjelasan dalam kedokteran modern?

Pikiran yang terlalu tegang akan mudah memunculkan kekhawatiran-kekhawatiran yang akhirnya memunculkan stress, apalagi setelah pikiran kita menemui jalan buntu. Satu-satunya jalan untuk mencairkan kebekuan tersebut ialah dengan melupakan apa yang sedang kita pikirkan tersebut, sebagian orang akan melampiaskannya dengan berekreasi, bermain, jalan-jalan di mall dan sebagainya. Setelah pikiran kembali segar pastilah –dengan sengaja ataupun tidak sengaja— kita akan menemukan jalan keluar mengenai kebuntuan pikiran tersebut. Sayangnya bila kebuntuan tersebut sudah terlalu akut dan menyerang kesehatan kita, bagaimana solusinya? Maka mulailah dengan duduk santai dan menenangkan diri, artinya kita sedang bermeditasi.

Meditasi adalah suatu metode untuk menyegarkan kembali pikiran kita. Pada intinya meditasi merupakan anti-klimaks dari pikiran kita, jika kita berpikir menggunakan kepala maka meditasi dilakukan dengan meninggalkan sama sekali kinerja kepala. Aspek emosi atau naluri itulah yang menjadi bagian penting selama meditasi. Meditasi tidak dilakukan dengan berpikir melainkan dengan merasakan dan mendengarkan apa-apa yang dapat kita rasakan dan dengarkan, sekali lagi tanpa memikirkannya. Justeru sebaliknya, bila kita tidak berhasil mengosongkan pikiran maka meditasi kita tidaklah sempurna. Bukti bahwa meditasi kita telah berhasil dengan sempurna ialah dengan munculnya ketenangan batin dan tubuh kita menjadi segar kembali.

Berbeda dengan kedokteran Timur, dunia kedokteran modern yang berasal dari Eropa menitikberatkan metode pengobatannya terhadap obat-obatan kimiawi. Padahal dalam praktiknya obat-obatan tersebut hanya digunakan sebagai sugesti, setelah meminum obat-obatan tertentu kita akan tersugesti bahwa penyakit yang dideritanya akan sembuh. Artinya bukan obat-obatan tersebut yang menyembuhkan penyakit melainkan diri kita sendiri. Demikian pula dengan metode pengobatan alternatif, akupresur (pijat), akupuntur (totok jarum), pada intinya bukanlah sentuhan-sentuhan tersebut yang menyembuhkan penyakit melainkan sugesti. Akupuntur dan akupresur tersebut berhasil menyugesti otak sehingga pikiran kembali segar dan penyakit pun tersembuhkan. Kenyataan mengenai sugesti tersebut telah menjadi rahasia umum, dan sesungguhnya tanpa sentuhan-sentuhan luar tersebut pun kita dapat menyugesti pikiran kita sendiri, yaitu dengan bermeditasi. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 13 November 2011 by in Sapere Aude.