Ngut's Inside

Connected Your Mind and Heart

Memposisikan Diri,-


Berhati-hatilah dengan posisi yang tidak menguntungkan karena bandul moralitas seringkali menjadi berat sebelah. Posisi benar dan salah atau baik dan buruk menjadi hanya tergantung pada di mana seseorang berdiri, ketika ia berada di posisi menguntungkan maka kebenaran atau kebaikan akan berpihak padanya. Namun sebaliknya, jangan pernah coba-coba bertingkah bila nasib buruk hanya akan semakin memperparah keadaan karena sepandai apapun ia berkilah, kebenaran hanya akan nampak sebagai tindakan bodoh. Aku hanya menyarankan kepada seseorang supaya tidak bertingkah bila yakin bahwa posisinya tak menguntungkan.

Moralitas yang demikian, moralitas yang berpihak terhadap para majikan memang sungguh menyebalkan. Bila sudah demikian, terpaksa seseorang harus mengikuti nalar majikan bila hendak memperjuangkan kebenaran. Kebenaran memang hanya tergantung kepada siapa kita mengabdi. Teorema semacam ini tentu hanya berlaku bagi mereka yang telah menjadi kacung-kacung para majikan, berbeda dengan orang-orang yang merdeka. Tapi siapakah orang merdeka? Sampai kapanpun tentu kita akan kesulitan mencari jawabnya karena orang (dengan hidup) merdeka itu tak pernah ada. Seseorang selalu menjadi bayang-bayang orang lain, demikian pula sebaliknya.

Ok, wacana panjang ini saya singkat saja dengan sebuah Pra “DUGA” bahwa seseorang tak akan mungkin dapat menemukan kebenaran selama ia tak pernah mengubah posisinya menjadi majikan. Ingat, hanya majikan yang dapat menentukan warna kebenaran. []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 November 2009 by in Etika.